Kegiatan dance4life meyakini bahwa remaja memiliki kekuatan untuk membawa perubahan bagi remaja lainnya. dance4life merupakan sebuah inisiatif internasional yang dinamis secara aktif melibatkan remaja dalam kegiatannya. dance4life secara aktif menggunakan suara remaja untuk menghentikan penyebaran HIV dan AIDS di dunia, salah satunya di Indonesia termasuk di Bali. Rentetan kegiatan dance4life dimulai dengan kegiatan inspire, educate, activate dan celebrate yang menyasar lebih dari 10 SMA/SMK di Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Kabupaten Gianyar dengan target lebih dari 1.000 remaja. Celebrate merupakan acara puncak dance4life yang akan melibatkan remaja-remaja agen perubahan dance4life untuk merayakan keberhasilan pelaksanaan rangkaian  kegiatan dance4life.

Acara ini akan melibatkan instansi – instansi pemerintah yang memiliki kepedulian tinggi pada permasalahan remaja, kesehatan dan pendidikan remaja seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Pemerintah Kota dan Kabupaten, BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) dan KPA (Komisi Penanggulangan AIDS).

. Kebudayaan tersebut diantaranya media, bahasa, lambang-lambang, musik dan terutama tarian. dance4life tidak hanya berbicara mengenai isu HIV dan AIDS tapi juga berbagai isu lainnya yang berkaitan dengan masalah remaja seperti kehamilan yang tidak diinginkan dan kekerasan seksual. dance4life memiliki empat tahapan kegiatan yaitu :

  1. Inspire (Inspirasi)

Dalam kegiatan inspire beberapa tahap yang dilakukan antara lain, perkenalan dnce4life, pesan kreatif, suara positif, forum terbuka dan siswa diajak untuk menarikan tarian dance4life. Kegiatan ini memerlukan sekitar 80 – 100 siswa dan diselenggarakan di ruangan aula sekolah. Dalam kegiatan inspire diperlukan waktu sekitar 3 jam untuk melakukan semua rangkaian kegiatan.

  1. Educate (Pendidikan)

Setelah melakukan kegiatan Inspire, selang waktu dua minggu atau satu bulan para siswa yang telah mengikuti kegiatan inspire akan diajak untuk ke tahapan educate. Dalam tahapan ini para siswa akan diajak berdiskusi mengenai kesehatan seksual dan reproduksi pada remaja, kehamilan yang tidak diinginkan, kekerasan seksual, HIV&AIDS, dan kemampuan negosiasi. Waktu yang diperlukan dalam kegiatan ini adalah sekitar 2 jam.

  1. Activate (Tindakan)

Dalam kegiatan ini para siswa akan diarahkan untuk mentransfer informasi yang didapat pada saat sesi edukasi ke dalam bentuk poster, slogan, puisi, lagu dan drama yang berhubungan dengan dance4life dan HIV&AIDS. Waktu dalam kegiatan ini akan disesuaikan dengan jadwal sekolah dan kesibukan dari masing-masing siswa.

  1. Celebrate (Perayaan)

Kegiatan perayaan akan diselenggarakan seminggu menjelang Peringatan Hari AIDS Sedunia. Dalam kegiatan ini para siswa dari semua sekolah yang terlibat dalam kegiatan dance4life Bali akan dikumpulkan untuk mengikuti perlombaan karya-karya siswa yang telah dibuat dalam kegiatan activate. Selain mengadakan perlombaan, para siswa juga akan diajak untuk menari tarian dance4life bersama-sama.

Keempat kegitan tersebut melibatkan remaja baik dari tahap perencanaan, pelaksanaan maupun evaluasinya.

Program dance4life telah dilaksanakan di 30 negara di dunia. Untuk di Indonesia, kegiatan ini telah diaplikasikan di 9 provinsi selama tahun 2014. Pada tahun 2015, Bali menjadi provinsi kesepuluh yang menyelenggarakan program dance4life. Program dance4life di Bali diselenggarakan oleh KISARA PKBI Bali, AYO Ubud-Yayasan Kryasta Guna, dan PMI Kota Denpasar.

Tujuan

  1. Memberikan suatu metode penyampaian edukasi mengenai kesehatan seksual dan reproduksi, HIV&AIDS, kehamilan yang tidak diinginkan dan kekerasan seksual secara lebih menarik untuk remaja.
  2. Membentuk suatu agen perubahan pada remaja agar lebih peduli pada bahaya HIV&AIDS.
  3. Meningkatkan eksistensi sekolah dalam upaya pencegahan HIV&AIDS.
  4. Mengarahkan remaja ke kegiatan positif untuk menyalurkan kreativitasnya.

Sasaran

Sasaran dalam program ini adalah sekolah SMP dan SMA baik negeri maupun swasta di Provinsi Bali yang memiliki komitmen untuk menyelenggarakan program dance4life.

 TEMA

“Take Responsibility For Life”

Sebagai agen perubahan, remaja memiliki tanggung jawab untuk dirinya sendiri dan lingkungannya.

TUJUAN

  1. Mendorong perubahan sosial remaja untuk menurunkan penularan HIV&AIDS, kehamilan yang tidak diinginkan dan kekerasan seksual berbasis gender.
  2. Memberikan metode penyampaian edukasi mengenai kesehatan seksual dan reproduksi, HIV&AIDS, kehamilan yang tidak diinginkan dan kekerasan seksual berbasis gender melalui musik dan tari untuk remaja.
  3. Mempersatukan agent4changes atau agen perubahan yang telah terbentuk dari setiap sekolah
  4. Meningkatkan kesadaran remaja melalui kreativitas dan kegiatan positif