Minggu ini ada dua narasumber remaja berprestasi dari Kabupaten Tabanan yang kita ajak siaran di Pro 2 FM RRI Denpasar. Ana dan Sinta. Siapa sangka dua gadis ini selain cantik dan muda, juga jago bela diri, juara pencak silat, perisai diri sampai tingkat internasional.

Ni Made Ana Sintyasih, akrab dipanggil Ana, 17 tahun, siswi SMA Negeri 2 Tabanan ini mengaku awalnya memang suka “berantem” sejak kecil. Orang tuanya yang mengetahui hal tersebut menyalurkan hobi Ana dengan memasukkan Ana ke klub pencak silat. “Supaya bisa jaga diri,” kata Ana. Ternyata bakatnya memang disini, setelah mengikuti latihan dengan tekun sejak kelas 4 SD, Ana bersyukur kedua orang tuanya sangat mendukung hobi Ana, bahkan Ana bisa mengukir prestasi bukan hanya tingkat provinsi, namun juga sampai tingkat nasional bahkan internasional. Tahun 2014 Ana pernah menjadi juara ke 3 dalam kategori teknik beregu senjata putri dalam sebuah Kejuaraan Perisai Diri Internasional. Ana yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA ingin fokus di cabang bela diri perisai diri. Ana berharap dapat tetap mengukir prestasi membanggakan negeri dengan menjadi atlet SEA GAMES suatu saat nanti.

Bagi Ana, “Kunci dari sebuah kesuksesan adalah dari dalam dirimu sendiri. Jika kita ingin maju maka bangunlah, berlatihlah. Hidup adalah perjuangan asahlah kemampuanmu dengan baik… Dan dalam setiap pertandingan yang saya ikuti saya selalu merasa puas terhadap hasilnya karena apa yang saya lakukan di gelanggang saya rasa sudah maksimal, kalah menang dalam pertandingan itu menurut saya sudah biasa.”

Sedikit berbeda dengan Ana, Gusti Ayu Made Sinta Sulistiani alias Sinta, 17 tahun, yang juga merupakan siswa SMA Negeri 2 Tabanan. Selain merupakan atlet pencak silat perisai diri yang sering berprestasi dalam ajang Porseni, Sinta memiliki kegemaran lain dan suka mencoba hal-hal yang baru mulai dari aktif menjadi pengurus di organisasi sekolah, belajar public speaking, hingga di bidang literasi dengan mengikuti dan menjuari lomba-lomba speech contest dan menulis artikel mulai dari tingkat provinsi sampai nasional. Prestasi tertinggi yang pernah disabet gadis Bali berambut panjang ini adalah Juara 1 menulis artikel Bhagawadgita dalam festival Bhagawadgita tingkat nasional 2016.

Perjuangan Sinta tidaklah mulus namun cukup berliku. Jatuh bangun dirasakannya selama mengikuti berbagai perlombaan. Namun bagi Sinta, “Satu hal yang harus selalu diingat adalah ketika gagal kita hatus bangkit, ketika kita berhasil kita harus tetap menginjak bumi.”

Simak rekaman selengkapnya dari Ana dan Sinta dalam link youtube berikut.