Pelayanan Kesehatan di Desa Bhuana Giri Karangasem

Senin, 31 Juli 2016, bekerja sama dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Udayana, Komunitas Sadar Sehat mengadakan deteksi dini penyakit kronis seperti kencing manis, hipertensi, dan kolesterol di Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem. Kegiatan ini ditujukan kepada warga di tiga dusun desa setempat, desa yang terletak sekitar 30 menit dari Kota Karangasem. Desa Bhuana Giri berdiri sejak 13 Februari 2003, dimana mayoritas penduduknya adalah petani.

Dalam kegiatan ini, terdapat 30an peserta didominasi oleh lansia dan banyak diantaranya belum sadar telah menderita penyakit kronis. Sungguh disayangkan apabila penyakit tersebut diam-diam menggerogoti tubuh mereka jika tidak ditangani dengan tepat dan segera. Inilah pentingnya deteksi dini, mencegah komplikasi (penyakit baru/lanjutan dari penyakit sebelumnya), meningkatkan kualitas hidup penderita.

Terdapat berbagai komplikasi penyakit kronis yang membahayakan kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian. Pada penyakit kencing manis dan hipertensi misalnya, beberapa komplikasi yang kerap dialami diantaranya; penyakit jantung dan pembuluh darah, penyakit mata, dan penyakit ginjal. Sementara pada orang yang kadar kolesterol darahnya terlalu tinggi, kolesterol tersebut dapat mengendap pada pembuluh darah sehingga aliran darah ke organ-organ penting seperti jantung, otak, dan ginjal menjadi tersumbat dan mengakibatkan serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal. Jadi semakin cepat dideteksi, maka perburukan penyakit ini semakin dapat dicegah.

Untuk itu, dalam pemeriksaan kesehatan tersebut kami juga memberikan KIE (komunikasi informasi dan edukasi) serta konseling kepada peserta. Bagi peserta yang memiliki masalah dengan kesehatannya kami sarankan untuk berobat ke fasilitas kesehatan terdekat semisal Puskesmas dengan membawa kartu kontrol (catatan hasil pemeriksaan) yang kami berikan. Kartu kontrol ini juga berguna sebagai catatan pribadi pasien tentang perkembangan kesehatan mereka, dimanapun mereka periksa.

Usai kegiatan, mahasiswa KKN Universitas Udayana dengan berkoordinasi dengan Puskesmas setempat, langsung mem-follow-up peserta yang hasil pemeriksaan kesehatannya kurang baik. Hal ini dilakukan untuk memastikan penderita mendapatkan penanganan yang tepat dan berkelanjutan.