bully

Bagaimana Kalau Aku Di-bully?

Bullying bukan soal sepele. Sebuah penelitian di Inggris mendapati bahwa lebih dari 40 persen bunuh diri remaja yang dilaporkan di media nasional tampaknya berkaitan dengan bullying sebagai salah satu penyebabnya.

Apa bullying itu?

Bullying secara verbal

Contoh perilaku ini dapat berupa julukan nama (nama kamu sendiri atau nama orang tua), celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan yang bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual, teror, surat-surat yang mengintimidasi, tuduhan-tuduhan yang tidak benar kasak-kusuk yang keji dan keliru, gosip dan sebagainya. Bullying dalam bentuk verbal ini adalah salah satu jenis yang paling sering dan mudah dilakukan. Bullying jenis ini juga menjadi awal dari perilaku bullying yang lainnya serta dapat menjadi langkah pertama menuju pada kekerasan yang lebih lanjut.

Bullying secara fisik

Memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta menghancurkan barang-barang milik anak yang tertindas merupakan contoh dari bullying fisik. Bullying jenis ini mungkin paling tampak dan mudah untuk diidentifikasi, namun kejadian bullying secara fisik tidak sebanyak bullying dalam bentuk lain. Remaja yang secara teratur melakukan bullying dalam bentuk fisik kerap merupakan remaja yang paling bermasalah dan cenderung akan beralih pada tindakan-tindakan kriminal yang lebih lanjut.

Bullying secara relasional

Pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran. Perilaku ini dapat mencakup sikap-sikap yang tersembunyi seperti pandangan yang agresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek dan bahasa tubuh yang mengejek. Bullying dalam bentuk ini cenderung perilaku bullying yang paling sulit dideteksi dari luar. Bullying secara relasional mencapai puncak kekuatannya diawal masa remaja, karena saat itu tejadi perubahan fisik, mental emosional dan seksual remaja. Mengapa saat masa remaja? Sebab masa remaja ini kalian sedang mencoba untuk mengetahui dirimu dan menyesuaikan diri dengan lingkungan juga teman sebaya. Tujuan utama dari bullying jenis ini adalah memutuskan relasi-hubungan sosial seseorang. Jadi, misal diantara kalian ada yang menyebarkan rumor, mempermalukan seseorang di depan umum, menghasut untuk menjauhi seseorang, menertawakan sebagai bahan olokan, menghancurkan nama baik seseorang, menggunakan bahasa tubuh yang merendahkan artinya kalian sudah melakukan bullying terhadap teman kalian.

Cyber Bullying

Bentuk perilaku bullying yang dilakukan pelakunya melalui sarana elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chatting room, e-mail, SMS dan sebagainya. Biasanya ditujukan untuk meneror korban dengan menggunakan tulisan, animasi, gambar dan rekaman video atau film yang sifatnya mengintimidasi, menyakiti atau menyudutkan. Cyber Bullying saat ini paling banyak terjadi sebab era gadget membuat semua orang merasa bebas melakukan sesuatu tanpa batasan, termasuk mem-bully lewat media sosial.

Mengapa ada yang suka mem-bully orang lain?

  • Mereka sendiri pernah di-bully. Pembully biasanya di-bully teman-temannya
  • Mereka punya panutan yang buruk. Sering kali, anak muda yang suka mem-bully memperlakukan orang lain seperti mereka melihat orang tua, kakak, atau anggota keluarga mereka memperlakukan orang lain
  • Mereka berlagak hebat—namun sebenarnya rendah diri. Anak-anak yang mem-bully berlagak hebat dan itu menjadi topeng untuk menutupi kepedihan yang dalam dan perasaan minder

Siapa yang kemungkinan besar menjadi korbannya?

  • Si penyendiri. Beberapa anak muda yang kurang pintar bergaul mengasingkan diri dari orang lain dan menjadi mangsa empuk para pem-bully.
  • Anak muda yang dianggap berbeda. Mereka menjadi sasaran para pem-bully lantaran penampilan, ras, agama mereka, atau bahkan karena punya keterbatasan—apa pun yang bisa dicemooh si pem-bully.
  • Anak muda yang kurang percaya diri. Para pem-bully bisa mendeteksi orang yang berpikir negatif tentang dirinya sendiri. Orang seperti ini sering kali adalah sasaran yang paling empuk, karena ia kemungkinan besar tidak bakal membalas.

 Apa yang bisa kamu lakukan kalau di-bully?

  • Jangan bereaksi. ”Para pem-bully ingin tahu apakah mereka sudah berhasil bikin kita jadi benci sama diri sendiri Kalau kita enggak bereaksi, mereka jadi malas untuk membully lagi
  • Jangan membalas. Pembalasan memperburuk masalah, bukan menyelesaikannya.
  • Jangan dekati masalah. Sebisa mungkin, hindari para pem-bully dan situasi di mana bullying bisa timbul.
  • Coba berikan tanggapan yang tak terduga.  Seperti  humor. Misalnya, jika si pem-bully bilang kamu kelebihan berat badan, kamu bisa mengangkat bahu dan berkata, ”Yaa, nanti deh aku kurusin dikit!”
  • Diam membuktikan kita dewasa dan lebih kuat dari orang yang mem-bully kita. Dengan diam, kita menunjukkan pengendalian diri—sifat yang enggak dimiliki si pem-bully.”
  • Berupayalah untuk percaya diri. Para pem-bully tahu kalau kita grogi dan mereka bisa pakai itu untuk menghancurkan seluruh kepercayaan diri kita.
  • Beri tahu seseorang. Menurut sebuah survei, lebih dari setengah korban bullying di Internet tidak melaporkannya, mungkin karena malu (khususnya anak laki-laki) atau takut dibalas. Tetapi ingat, kalau kita tetap bungkam, para pem-bully akan makin menjadi-jadi. Kalau kita buka mulut, itu bisa menjadi langkah pertama untuk menghentikan mimpi buruk ini.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *