sized_GSS 3

KOMUNITAS SADAR SEHAT BERBAGI DI PANTI ASUHAN TAT TWAM ASI

Rabu 9 Desember 2015 menjadi hari yang sangat berkesan bagi anggota Komunitas Sadar Sehat. Usai melakukan pencloblosan dalam rangka Pilkada 2015, Komunitas GSS berkunjung ke Panti Asuhan Tat Twam Asi, yang beralamat di Jalan Jaya Giri IX No. 6 Denpasar. Panti yang didirikan sejak tahun 1987 ini merupakan panti asuhan khusus anak-anak putri yatim piatu maupun yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi di Bali.

Komunitas Sadar Sehat yang biasanya berfokus memberikan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan (gula darah, kolesterol, dan tekanan darah), edukasi serta konsultasi gratis tentang penyakit kronis, bertajuk “GERAKAN SADAR SEHAT” untuk masyarakat umum, kali ini mengusung tema yang berbeda yaitu kesehatan reproduksi remaja dan HIV/AIDS. “Sebenarnya kami hanya ingin berkunjung dan berbagi keceriaan dengan adik-adik, tidak ada salahnya sambil memberi edukasi, tapi topiknya menyesuaikan dengan kebutuhan adik-adik,” ujar koordinator acara IGN Edi Putra, mahasiswa semester akhir Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Acara yang diikuti oleh 36 remaja panti asuhan ini dikemas dengan sangat menarik dan “fun”. Acara dimulai pukul 09.00 WITA ini diawali dengan perkenalan, ice breaking, penyampaian video edukasif, diskusi, games, dan penyerahan sumbangan. Video hanya berdurasi 5 menit, menarik, kocak namun tetap materinya berbobot, menjelaskan 6 intisari cara menjaga kesehatan alat reproduksi remaja. “Kami biasa menggunakan video ini dalam setiap promosi kesehatan tentang kesehatan reproduksi remaja, ini adalah video edukatif terbaik karya remaja Bali dari KISARA,” jelas Edi.

Materi diberikan dalam bentuk diskusi kelompok sehingga peserta dapat terlibat aktif dalam kegiatan. Peserta terlebih dahulu dibagi dalam 5 kelompok diskusi. Sebagian membahas kesehatan reproduksi dan sebagiannya lagi membahas HIV/AIDS. Mereka diberi waktu 30 menit untuk mendiskusikan topik yang sudah ditentukan. Selanjutnya, oleh peserta hasil diskusi dituangkan secara kreatif ke dalam sebuah poster untuk dipresentasikan. Cara ini terbilang cukup efektif untuk memberikan informasi kepada remaja. Peserta telihat sangat antusias dan tidak malu-malu untuk bertanya jika terdapat hal belum mereka mengerti. Mereka juga membuat yel-yel kelompok yang menarik dan menambah semangat keceriaan hari itu. Akhirnya banyak isu soal kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS yang selama ini menjadi mitos pun dapat mereka ketahui kebenarannya.

Tengah hari acara ini diakhiri dengan penyerahan bingkisan menarik kepada dua kelompok terkreatif, dan enam peserta yang paling aktif selama mengikuti diskusi. Komunitas Sadar Sehat juga memberikan sumbangan uang tunai senilai 1 juta rupiah kepada pengurus Panti Asuhan Tat Twam Asi, diharapkan ini dapat membantu memenuhi operasional panti asuhan.

Komunitas Sadar Sehat sendiri merupakan kumpulan anak muda yang secara sukarela, peduli, dan memang senang melakukan pelayanan untuk masyarakat, khususnya di bidang promosi kesehatan (pencegahan dan pengendalian) penyakit kronis degeneratif seperti kencing manis dan hipertensi. Komunitas ini terbentuk sejak 17 Agustus 2015, berawal dari kepedulian terhadap tingginya kasus penyakit jantung, stroke, dan kencing manis-dengan komplikasi di Indonesia. Penggagas komunitas ini, dr. Putu Eka Prayastiti Kefani menyampaikan bahwa penyakit-penyakit tersebut sebenarnya sangat dapat dicegah dengan pola hidup sehat dan bijaksana, sehingga sangat disayayangkan kalau sesuatu sebenarnya dapat kita kendalikan justru menjadi penyakit pembunuh nomor satu di negara kita. “Bagaimanapun, pencegahan itu selalu lebih baik, lebih efektif, baik dari segi tenaga, biaya, dll.” kata dokter umum yang saat ini sedang menjalani program internship di RSUD Badung.

Oleh Astri Artini