Fresh-On 2015

Penyaring Asap Fresh On 2015 Mulai Diproduksi Massal

RABU, 28 OKTOBER 2015 | 11:43 WIB

TEMPO.CO, Bandung – Ahli teknologi membran Institut Teknologi Bandung (ITB), I Gede Wenten, tengah mengembangkan alat penyaring udara berasap. Menurut Wenten, pemerintah tertarik memakai alat penyaring udara berasap tersebut. “Alat dibuat medio pekan lalu. Kini sedang diproduksi massal sebanyak 10 ribu unit,” ujarnya saat dihubungi, Selasa, 27 Oktober 2015.

Menurut dia, teknologi bernama Fresh On 2015 itu sederhana dan mudah dibuat. Namun, karena permintaannya banyak dan harus jadi segera, para pekerja kewalahan mengerjakan pesanan alat tersebut. ”Ini tidak bisa diotomatisasi,” katanya.

Produksi 10 ribu alat tersebut ditargetkan selesai dalam seminggu atau awal pekan. Alat pesanan ini dikerjakan oleh karyawan Wenten di tempat kerjanya di Cimahi serta mitra sebuah pabrik di Cibitung. ”Dana proyek menghabiskan Rp 2,5 miliar dari uang hasil patungan beberapa orang,” ujarnya.

Alat yang dibuat dalam semalam itu sudah diuji coba bersama Imam Prasodjo. Berawal dari perbincangan dengan Imam di media sosial, Wenten, yang berpengalaman 25 tahun lebih menggeluti teknologi membran, langsung menjajal alat yang dibuatnya. Sebelumnya, Wenten membuat alat penyaringan air limbah, pencuci darah, serta oli bekas. ”Penyaring udara ini yang pertama kali saya buat,” ujarnya.

Alat tersebut dibuat bagi para korban kabut asap kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan. Ia berharap pemerintah mendanai pembuatan alat tersebut sehingga masyarakat tidak perlu membeli alat seharga Rp 250 ribu itu.

https://m.tempo.co/read/news/2015/10/28/058713745/penyaring-asap-fresh-on-2015-mulai-diproduksi-massal

GSS Deria Raba

Berbagi Kasih di Ulang tahun Emas Pertuni

Para penyandang disabilitas, bukanlah individu yang serta merta tanpa daya dan upaya. Mereka memiliki beberapa kemampuan dan keterampilan yang patut diapresiasi.

“Perkenankan saya memperkenalkan diri lagi. Saya David Paterson dan Saya Gubernur Negara Bagian New York,” ujar Paterson dalam pidato pelantikan pada 17 Maret 2008. dia adalah orang kulit hitam pertama yang menjabat sebagai Gubernur New York. Dia juga orang buta pertama yang menduduki jabatan itu di Amerika Serikat.

David Alexander Paterson (58) diangkat menggantikan Eliot Spitzer, Gubernur New York sebelumnya yang mengundurkan diri. Paterson, yang menjabat wakil gubernur, otomatis menjadi gubernur sesuai dengan konstitutsi New York. Paterson, gubernur ke-55 New York, kemudian meneruskan masa jabatan Spitzer hingga tahun 2010.

Paterson kehilangan penglihatan saat berusia tiga bulan akibat infeksi telinga yang menjalar ke saraf optic (penglihatan). Mata kirinya buta, mata kanannya bisa melihat tetapi sangat terbatas.  Namun, sepanjang karier politiknya selamat 20 tahun, kebutaannya tidak pernah dipersoalkan. Kecerdasan dan kepribadiannya yang menyenangkan mengalahkan cacat fisik yang disandangnya.

Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) menginjak usia emasnya

PERTUNI adalah organisasi kemasyarakatan tunanetra Indonesia yang didirikan oleh sekelompok tunanetra pada tahun 1966, bertujuan mewujudkan keadaan yang kondusif bagi orang tunanetra untuk menjalankan kehidupannya sebagai manusia dan warga negara Indonesia yang cerdas, mandiri dan produktif tanpa diskriminasi dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan, sehingga kekurangan fisik yang dimiliki tidak akan menghalangi para penyandang tunanetra untuk mampu berbagi kepada masyarakat.

Turut berkontribusi dalam program pemberdayaan anggota PERTUNI, dalam rangka memperingati ulang tahun PERTUNI yang ke-50th, Minggu, 24 Januari 2016, Komunitas Sadar Sehat mengadakan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan seminar edukatif yang bertajuk “Pola Hidup Sehat dan Bijaksana, Cegah Diabetes Sejak Dini” yang diadakan di Panti Deria Raba Denpaasar.

Acara yang diikuti oleh setidaknya 80 anggota PERTUNI ini mendapatkan respon positif baik dari peserta maupun pengurus yayasan. “Kalau tidak sakit, kami biasanya tidak pernah pergi ke dokter, senang sekali selain mendapat pengetahuan, dokter-dokter dari Komunitas Sadar Sehat juga melakukan pemeriksaan gula darah gratis untuk kami semua, ternyata tidak ada keluhan, bisa saja kadar gula darah tinggi” ujar Made Kandra (55th) Ketua PERTUNI Cabang Bali.

Suasana seminar menjadi hidup dan aktif karena banyak peserta mengajukan pertanyaan kepada narasumber, mulai dari apa itu penyakit diabetes, yaitu suatu penyakit dimana tubuh tidak dapat menghasilkan insulin (hormon pengatur gula darah) atau insulin yang dihasilkan tidak mencukupi atau insulin tidak bekerja dengan baik. Oleh karena itu akan menyebabkan gula darah meningkat saat diperiksa. Ada 2 jenis tipe utama dalam Diabetes yaitu: Diabetes tipe 1 yaitu suatu keadaan dimana tubuh sudah sama sekali tidak dapat memproduksi hormon insulin. Sehingga penderita harus menggunakan suntikan insulin dalam mengatur gula darahnya. Sebagian besar penderitanya adalah anak-anak & remaja. Dan Diabetes tipe 2 yang disebabkan karena tubuh tidak memproduksi hormon insulin yang mencukupi atau karena insulin tidak dapat digunakan dengan baik (resistensi insulin). Tipe ini merupakan yang terbanyak diderita saat ini (90% lebih), sering terjadi pada mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, gemuk dan mempunyai riwayat diabetes dalam keluarga. Dan beberapa pertanyaan lainnya seperti bagaimana gejala diabetes, dan bagaimana kita menyikapi teknologi perkembangan obat yang sangat pesat.

Gerakan Sadar Sehat

Komunitas Sadar Sehat berdiri sejak 17 Agustus 2015, yang merupakan kumpulan anak muda yang memiliki kepedulian dan secara sukarela melakukan pelayanan, khususnya di bidang promosi kesehatan (pencegahan dan pengendalian) penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi, pendidikan pola hidup sehat, penanaman nilai-nilai kemanusiaan dan kegiatan pelestarian lingkungan hidup. Sampai saat ini Komunitas Sadar sehat terdiri dari 32 orang dari berbagai latar belakang yang mayoritas adalah pelayan kesehatan seperti dokter, perawat, dan mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat. Manfaat keberadaan kami komunitas sadar sehat adalah berusaha meringankan beban masyarakat melalui kegiatan pelayanan kesehatan yang sekaligus menjadi wadah untuk menjaring pasien yang membutuhkan bantuan yaitu dengan cara mendatangi masyarakat dan melakukan pemeriksaan kesehatan sebagai deteksi dini untuk beberapa penyakit kronis.Melalui media penyuluhan kami juga melakukan kegiatan penyuluhan pola hidup sehat dan penanaman nilai-nilai kemanusiaan terhadap anak. Dalam bidang lingkungan hidup yang sangat erat hubungannya dengan kesehatan kami juga ikut menyukseskan gerakan penanaman dan pemeliharaan pohon untuk penghijauan.

Harapan dari pertuni

Dalam acara tersebut Ketua Pertuni I Made Kandra mengatakan bahwa kami sungguh bersyukur Komunitas Sadar Sehat bersedia berkunjung dan melakukan seminar serta pemeriksaan gratis kepada PERTUNI, ini sangat bermanfaat, ternyata ada banyak hal yang harus kami benahi tentang pola hidup sehat untuk mencegah berbagai penyakit kronis. Kami berharap hal ini dapat dilakukan secara kontinyu dengan topik yang berbeda-beda, misalnya tiap 3 bulan sekali untuk menambah wawasan dan menjaga kesehatan kami secara umum.

Untuk tetap mempertahankan keberlangsungan kegaitan dari komunitas sadar sehat kami membuka kesempatan untuk bersama-sama berbagi dalam membantu sesama dengan cara membagikan informasi mengenai Gerakan Sadar Sehat melalui jaringan sosial media masing-masing, serta bisa juga berbagi tentang tempat dimana kami bisa melakukan pelayanan, kedua bias dengan turut berpartisifasi menjadi sukarelawan pada acara pelayanan yang kami lakukan dan yang ketiga dengan menjadi donator dari kegiatan yang sedang dan akan di lakukan oleh Komunitas Sadar Sehat. Untuk info lebih lengkap silakan kunjungi www.sadarsehat.org atau di email ke dr.kefani@gmail.com

Pertuni 1 Pertuni 2

1

Seminar dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Penerima Manfaat di Mahatmiya Tabanan

“Ketika kau terlibat dalam pekerjaan mulia, kemampuanmu untuk mencari rejeki bertambah seratus kali lipat” (Atharva veda 3.24.5)

Sungguh bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Komunitas Sadar Sehat kesempatan menyelanggarakan seminar dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk penyandang tuna netra di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Mahatmiya, Kediri Tabanan Bali pada tanggal 22 Mei 2016.

PSBN Mahatmiya yang berdiri pada tahun 1957 awalnya diberi nama Yayasan Pendidikan Dria Raba “Panti Guna Dria Raba” dan baru sejak tahun 1985 berubah nama menjadi Mahatmiya, yang  merupakan Unit Pelaksana Teknis Kementerian Sosial Republik Indonesia di bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Orang Dengan Kecacatan (ODK). PSBN Mahatmiya bertugas memberikan bimbingan, pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas agar mampu mandiri sehingga dapat mengimplementasi hak-hak serta meningkatan kesejahteraan ODK melalui rehabilitasi sosial, baik di dalam maupun di luar panti. ODK yang belum atau tidak memungkinkan untuk diberikan rehabilitasi sosial di dalam panti maka akan dilayani di luar panti (outreach services), mereka selanjutnya disebut “penerima manfaat”. Adapun PSBN Mahatmiya Bali memiliki jangkauan pelayanan meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Pada kesempatan tersebut Komunitas Sadar Sehat melayani sebanyak 40 orang penerima manfaat yang tinggal di PSBN Mahatmiya. Kegiatan diawali dengan bincang sehat dengan topik “Cegah Bahaya Kencing Manis dengan Pola Hidup Sehat”. Peserta tampak antusias dan aktif bertanya dalam sesi diskusi. Beberapa pertanyaan yang diajukan seperti; apakah benar stress dapat memicu timbulnya kencing manis, apakah hanya orang gemuk dan hobi makan saja yang bisa terkena kencing manis, mengapa kencing manis bisa dialami oleh anak kecil, apakah benar pengobatan kencing manis adalah seumur hidup, dan bagaimana cara mencegah supaya kencing manis tidak menimbulkan penyakit komplikasi seperti sakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan luka borok.

Ibu Retno sebagai perwakilan PSBN Mahatmiya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap sesama, “Ini kali pertama kami didatangi oleh Komunitas Sadar Sehat, dan kegiatan ini benar-benar menambah pengetahuan kami (masyarakat umum) tentang penyakit-penyakit kronis yang banyak berkembang di masyarakat. Kami berharap komunitas seperti dapat terus berjalan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu menjalankan pola hidup sehat.”

Komunitas Sadar Sehat berdiri sejak 17 Agustus 2015, merupakan kumpulan anak muda yang memiliki kepedulian dan secara sukarela melakukan pelayanan, mencoba meringankan beban pemerintah terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup. Sampai saat ini Komunitas Sadar sehat terdiri dari 35 relawan dari berbagai latar belakang yang mayoritas adalah pelayan kesehatan seperti; dokter, perawat, dan mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat, semuanya berusia muda.

Kefani selaku koordinator komunitas menjelaskan bahwa sumber dana kegiatan sosial yang dilakukan selama ini adalah kebanyakan dari intern anggota komunitas. “Kami percaya, rejeki pasti selalu datang, tinggal bagaimana kita mensyukurinya dan menyisihkannya untuk kemanusiaan. Ber-derma membuat kami bahagia.”

Komunitas Sadar Sehat hingga kini telah melakukan 24 kali pelayanan hampir di seluruh kabupaten di Bali dengan jumlah penerima manfaat mencapai lebih dari 1000 orang. “Kami terbuka untuk menerima dukungan dalam bentuk apa pun, baik  donasi untuk kegiatan pelayanan, tenaga relawan, ide, saran maupun kritik untuk perbaikan. Semoga dapat menginspirasi yang lain untuk selalu peduli dengan lingkungan sekitar, sesuai kapasitas dan profesi kita masing-masing,” tambahnya.

Pelayanan Komunitas Sadar Sehat di PSBN Mahatmiya Tabanan didukung peliputannya oleh Bali TV. Informasi lebih lanjut mengenai Komunitas Sadar Sehat, dapat diperoleh melalui www.sadarsehat.org.

 Liputan Craddha Mahatmiya Liputan Craddha Mahatmiya

Pura Penataran Sasih

Gerakan Sadar Sehat di Pura Penataran Sasih Gianyar

Kehidupan kita sebagai manusia tidak dapat lepas suka – duka – lara – pati. Siapapun pernah mengalami empat keadaan itu hal membuktikan bahwa menjadi manusia lebih banyak susah (duka – lara – pati) dibanding senang (suka), tujuannya supaya manusia selalu mawas diri karena tugas atman menjelma menjadi manusia adalah untuk meningkatkan kesucian secara bertahap sehingga di suatu saat atman bisa bersatu dengan Brahman. Jadi gunakanlah kehidupan sebagai manusia dengan sebaik-baiknya dalam arti senantiasa menegakkan dharma dan membantu sesama.

Berbagi dengan Masyarakat

Gerakan Sadar Sehat mencoba meringankan beban masyarakat dan pemerintah di bidang kesehatan melalui kegiatan promosi kesehatan dan deteksi dini penyakit kronis seperti kencing manis, hipertensi, stroke, penyakit jantung, dan kolesterol. Kegiatan yang dilakukan yang sekaligus menjadi wadah untuk menjaring pasien yang membutuhkan bantuan lebih lanjut dengan sistem “jemput bola”.

Pada Minggu, 10 Januari 2016 , Komunitas Sadar Sehat mengadakan bakti sosial kesehatan (Medicare) di Jaba Pura Penataran Sasih, Desa Pejeng, Kecamatan Tampak Siring, Kabupaten Gianyar. Dalam kegiatan ini, tim paramedis berhasil melayani 80 peserta yang terdiri dari; pemangku, serati dan masyarakat yang sedang ngayah. Jika dari hasil skrining (pemeriksaan tensi, gula darah, dan kolesterol) ditemukan kadar yang tidak normal, mereka dapat langsung berkonsultasi dengan dokter dan mendapat pengobatan secara cuma-cuma. Baksos ini terselenggaranya atas kerja sama Komunitas Sadar Sehat dengan Pandita Sangraha Nusantara (PSN) Cabang Bali, puskesmas setempat dan Krama Pengempon Pura Penataran Sasih dalam rangka Karya Pedudusan Agung di pura tersebut.

“Semakin tambah usia, semakin besar resiko orang terkena penyakit kronis degeneratif. Penyakit jantung, stroke, dan kencing manis (dengan komplikasi) adalah tiga penyakit pembunuh teratas di Indonesia. Hipertensi dan gula darah yang tinggi memperburuk kondisi tersebut dan merupakan silent killer yang membebani banyak pihak. Kami ingin menyadarkan masyarakat bahwa penyakit tersebut dapat dicegah sebelum kondisinya semakin parah,” ungkap dr. Putu Eka Prayastiti Kefani, salah satu penggagas Komunitas Sadar Sehat.

Pelayanan kesehatan seperti ini sangat diharapkan oleh warga masyarakat. Manfaatnya sangat dirasakan oleh peserta sebagai upaya untuk deteksi dini pada populasi yang beresiko. Umumnya masyarakat jarang yang sadar melakukan pemeriksaan kesehatan (General Medical Check Up) secara rutin atau berkala karena menganggap hal tersebut mahal dan hanya buang-buang uang, berbeda dengan di luar negeri yang memiliki sistem kesehatan yang baik.

Komunitas Sadar Sehat

Komunitas Sadar Sehat berdiri sejak 17 Agustus 2015, merupakan kumpulan anak muda yang memiliki kepedulian dan secara sukarela melakukan pelayanan, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan. Sering kali mereka melakukan upaya promosi kesehatan (pencegahan dan pengendalian) penyakit kronis baik melalui seminar untuk masyarakat awam, video edukatif, siaran radio. Di bidang pendidikan, mereka melakukan PNK (Pendidikan Nilai-nilai Kemanusiaan) untuk anak-anak panti asuhan di Bali serta mendukung pengembangan sumber daya manusia Hindu di sekolah-sekolah, salah satunya SMP Trimurti Wagir Malang.

Sampai saat ini Komunitas Sadar sehat terdiri dari 32 orang relawan dari berbagai latar belakang yang mayoritas adalah pelayan kesehatan seperti dokter, perawat, dan mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat. Dalam usaha pelayanannya Gerakan Sadar Sehat telah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menyukseskan kegiatan nya seperti Badan Dharma Dana Nusantara (BDDN) dan Pandita Sangraha Nusantara (PSN). Meskipun demikian komunitas ini bersifat nir-laba dan hanya bekerja dengan prinsip ber-Yadnya, Manawa Seva Madhava Seva.

Bersama Gerakan Sadar Sehat, Komunitas Sadar Sehat membuka ruang untuk Saudara yang ingin berbagi menjadi relawan berpartisipasi, atau merekomendasikan tempat yang bisa kami kunjungi untuk pelayanan kesehatan berikutnya. Informasi mengenai Gerakan Sadar sehat dapat disebar luaskan kepada umat melalui jaringan sos-med (sosial media) masing-masing. Kesempatan ber-yadnya dengan menyisihkan penghasilan untuk digunakan membiayai kegiatan pelayanan ini, juga terbuka lebar. Informasi lebih lanjut Saudara dapat berkunjung ke situs www.sadarsehat.org atau melalui email ke dr.kefani@gmail.com .

Penataran Sasih Penataran Sasih

GSS Tat Twam Asi

Gerakan Sadar Sehat Berbagi di Panti Asuhan Tat Twam Asi

Rabu 9 Desember 2015 menjadi hari yang sangat berkesan bagi anggota Komunitas Sadar Sehat. Usai melakukan pencoblosan dalam rangka Pilkada 2015, Komunitas GSS berkunjung ke Panti Asuhan Tat Twam Asi, yang beralamat di Jalan Jaya Giri IX No. 6 Denpasar. Panti yang didirikan sejak tahun 1987 ini merupakan panti asuhan khusus anak-anak putri yatim piatu maupun yang berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi di Bali.

Komunitas Sadar Sehat yang biasanya berfokus memberikan pelayanan kesehatan berupa pemeriksaan (gula darah, kolesterol, dan tekanan darah), edukasi serta konsultasi gratis tentang penyakit kronis, bertajuk “GERAKAN SADAR SEHAT” untuk masyarakat umum, kali ini mengusung tema yang berbeda yaitu kesehatan reproduksi remaja dan HIV/AIDS. “Sebenarnya kami hanya ingin berkunjung dan berbagi keceriaan dengan adik-adik, tidak ada salahnya sambil memberi edukasi, tapi topiknya menyesuaikan dengan kebutuhan adik-adik,” ujar koordinator acara IGN Edi Putra, mahasiswa semester akhir Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Acara yang diikuti oleh 36 remaja panti asuhan ini dikemas dengan sangat menarik dan “fun”. Acara dimulai pukul 09.00 WITA ini diawali dengan perkenalan, ice breaking, penyampaian video edukasif, diskusi, games, dan penyerahan sumbangan. Video hanya berdurasi 5 menit, menarik, kocak namun tetap materinya berbobot, menjelaskan 6 intisari cara menjaga kesehatan alat reproduksi remaja. “Kami biasa menggunakan video ini dalam setiap promosi kesehatan tentang kesehatan reproduksi remaja, ini adalah video edukatif terbaik karya remaja Bali dari KISARA,” jelas Edi.

Materi diberikan dalam bentuk diskusi kelompok sehingga peserta dapat terlibat aktif dalam kegiatan. Peserta terlebih dahulu dibagi dalam 5 kelompok diskusi. Sebagian membahas kesehatan reproduksi dan sebagiannya lagi membahas HIV/AIDS. Mereka diberi waktu 30 menit untuk mendiskusikan topik yang sudah ditentukan. Selanjutnya, oleh peserta hasil diskusi dituangkan secara kreatif ke dalam sebuah poster untuk dipresentasikan. Cara ini terbilang cukup efektif untuk memberikan informasi kepada remaja. Peserta telihat sangat antusias dan tidak malu-malu untuk bertanya jika terdapat hal belum mereka mengerti. Mereka juga membuat yel-yel kelompok yang menarik dan menambah semangat keceriaan hari itu. Akhirnya banyak isu soal kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS yang selama ini menjadi mitos pun dapat mereka ketahui kebenarannya.
Tengah hari acara ini diakhiri dengan penyerahan bingkisan menarik kepada dua kelompok terkreatif, dan enam peserta yang paling aktif selama mengikuti diskusi. Komunitas Sadar Sehat juga memberikan sumbangan uang tunai senilai 1 juta rupiah kepada pengurus Panti Asuhan Tat Twam Asi, diharapkan ini dapat membantu memenuhi operasional panti asuhan.

Komunitas Sadar Sehat sendiri merupakan kumpulan anak muda yang secara sukarela, peduli, dan memang senang melakukan pelayanan untuk masyarakat, khususnya di bidang promosi kesehatan (pencegahan dan pengendalian) penyakit kronis degeneratif seperti kencing manis dan hipertensi. Komunitas ini terbentuk sejak 17 Agustus 2015, berawal dari kepedulian terhadap tingginya kasus penyakit jantung, stroke, dan kencing manis-dengan komplikasi di Indonesia. Penggagas komunitas ini, dr. Putu Eka Prayastiti Kefani menyampaikan bahwa penyakit-penyakit tersebut sebenarnya sangat dapat dicegah dengan pola hidup sehat dan bijaksana, sehingga sangat disayayangkan kalau sesuatu sebenarnya dapat kita kendalikan justru menjadi penyakit pembunuh nomor satu di negara kita. “Bagaimanapun, pencegahan itu selalu lebih baik, lebih efektif, baik dari segi tenaga, biaya, dll.” kata dokter umum yang saat ini sedang menjalani program internship di RSUD Badung.

Craddha Jan Feb 2016 Bag 1 Craddha Jan Feb 2016 Bag 2

PSN Padang Sambian

Gerakan Sadar Sehat bekerjasama dengan PSN

“Semoga kita dapat mengabdikan diri kita menjadi instrument Tuhan Yang Maha Esa dan dapat membagikan keberuntungan kita kepada orang-orang miskin dan mereka yang membutuhkan.” (Rgveda I.15.8)

Kesehatan merupakan harta yang sangat berharga bagi kita, namun saat ini kesehatan menjadi barang yang sangat mahal harganya di masyarakat. Bahkan ada anggapan di masyarakat bila jatuh sakit berarti jatuh miskin. Salah satu penyakit yang tidak mudah untuk dihindari adalah penyakit kronis degeneratif, yakni penyakit yang terjadi ataupun mengiringi dengan proses penuaan pada seseorang. Penyakit ini sering terjadi ketika bertambahnya usia seseorang yang juga diakibatkan oleh menurunnya fungsi organ tubuh, salah satunya diabetes melitus atau kencing manis. Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar  glukosa darah melebihi normal dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin. Apabila penyakit ini dibiarkan tak terkendali maka akan menimbulkan komplikasi-komplikasi yang dapat meningkatkan angka kesakitan  dan kematian penyandang Diabetes Melitus, seperti penyakit kardiovaskular, stroke, metabolik, dan ginjal. (Khardori, 2015). Permasalahannya, dikutip dari Medscape (Khardori, 2015), angka kejadian diabetes senantiasa meningkat di seluruh dunia. Federasi Diabetes Internasional memprediksi jumlah orang yang hidup dengan diabetes akan meningkat dari 366 juta di tahun 2.011 mejadi 552 juta di tahun 2030. Dan sepuluh negara teratas dalam jumlah penderita diabetes saat ini adalah; India, China, Amerika Serikat, Indonesia, Jepang, Pakistan, Rusia, Brasil, Italia, dan Bangladesh.

Di Indonesia sendiri, data Federasi Diabetes Internasional tahun 2014 mengungkapkan terdapat 9 juta populasi Diabetes Mellitus. Sementara data Riskesdas 2013 yang diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan, khusus populasi Bali yang pernah didiagnosis menderita Diabetes Mellitus oleh dokter adalah 39.885. Sedangkan yang belum pernah didiagnosis menderita Diabetes Mellitus oleh dokter namun dalam 1 bulan terakhir mengalami gejala klasik Diabetes Mellitus sebanyak  6.136. (Riskesdas, 2013)

Telah banyak upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan laju pertumbuhan penyakit ini akan tetapi hal itu belum cukup. Jika upaya edukatif dan promotif serta diagnosis dini (screening) berjalan dengan baik seharusnya perburukan penyakit ke arah komplikasi dapat dikendalikan. Namun kenyataannya, tingkat kesadaran masyarakat terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah mengenai penyakitnya masih rendah. Pengalaman kami di lapangan sering kali masyarakat baru berobat setelah kondisinya parah, setelah terjadi berbagai komplikasi. Hal ini tentu meningkatkan beban health expenditure negara.

Komunitas Sadar Sehat yang terdiri dari sejumlah tenaga kesehatan dan aktivis kemanusiaan adalah komunitas nir-laba yang peduli pada kesehatan yang mengutamakan kegiatannya kepada deteksi dini terhadap berbagai penyakit yang pada saat ini fokus terhadap pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat dan kolesterol, yang dalam pelaksanaanya terjun langsung ke masyarakat sehingga dapat membantu fasilitas kesehatan setempat untuk diagnosis dini dari berbagai resiko penyakit. Komunitas Sadar Sehat yang baru berdiri sejak tanggal 17 Agustus 2015 ini sudah melakukan berberapa kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan di Pasar Kota Tabanan, bekerjasama dengan Panitia Penutupan Kegiatan Orientasi Mahasiswa Baru IKIP PGRI Bali Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Art Centre, bekerjasama dengan Panitia World Peace Day, Pemeriksaan Kesehatan Gratis saat berlangsungnya acara World Peace Day di Gong Perdamaian Dunia Ketalangu Denpasar, mengadakan pemeriksaan Hemoglobin (HB) dan Gula darah sebanyak dua kami di Centre Brahmakumaris Denpasar sekaligus melakukan penelitian bahwa hidup vegetarian tidak membuat kadar HB dalam darah rendah, bekerjasa dengan Pandita Sangraha Nusantara cabang Bali mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis terhadap para pinandita (pemangku) di Balai Banjar Jabapura Padangsambian dan kegiatan ini akan dilanjutkan di beberapa kabupaten di Bali yang di dukung oleh Badan Dharma Dana Nasional, Sanidata, Beurer dan Achu Check. Untuk rencana dalam waktu dekat ini adalah melakukan pengecekan kesehatan gratis di Graha Pasek Cekomaria Denpasar bersamaan dengan acara Sapu Leger, Pengecekan kesehatan pada pelaksanaan World Diabetes Day serta Pengecekan kesehatan gratis di Karangasem yang bekerjasa dengan Rotary.

Dengan berpegangan pada konsep “menyama-braya”, “Tat Twam Asi, “Manava Seva, Madhava Seva” sudah sepantasnya kita bahu-membahu ikut menyukseskan program pemerintah sesuai kapasitas dan kemampuan. Harapannya, umat menjadi lebih sadar akan pentingnya kesehatan, mau berbenah diri menjalankan pola hidup yang sehat sehingga bisa lebih produktif dalam menjalankan swadharma. Kami dari Komunitas Sadar Sehat memberikan kesempatan kepada para semeton semuanya untuk berpartisifasi dalam program yang sedang kami laksanakan.

Untuk keterangan lebih lanjut bisa di hubungi ke Putu Eka Prayastiti Kefani, Kordinator Gerakan Sadar Sehat di email dr.kefani@gmail.com

”Wahai umat manusia, bekerja keraslah kamu sekuat tenaga, usir jauh-jauh sifatsifatmu yang membuat kamu melarat dan sakit. Hendaknya kekayaan yang kamu peroleh dengan kejujuran dapat bermanfaat bagi masyarakat, Arahkanlah untuk perbuatan-perbuatan baik dan kesejahteraan masyarakat.” (Atharvaveda VI. 81. 1)

GSS Media Hindu 1

GSS Media Hindu 2

================================================================

Denpasar, Pos Bali. Untuk menjaga kesehatan para pemangku, Pandita Sangraha Nusantara (PSN) Korwil Bali, menggelar bhakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis untuk para pemangku di seluruh bali. Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat dan tekanan darah. Rangkaian kegiatan bakti sosial ini rencananya akan diselenggarakan diseluruh kabupaten di bali.

Di Denpasar sudah dimulai pada minggu (25/10) kemarin di Balai Banjar Jaba Pura, Desa Padangsambian Klod Denpasar Barat. Diikuti oleh kurang lebih 100 pemangku di Denpasar, dengan keluhan penyakit yang berbeda-beda kata ketua Pandita Sangraha Nusantara Pandita Gusti Ngurah Mendra. Kegiatan soaial ini bekerjasama dengan Komunitas Gerakan Sadar Sehat.
Dijelaskan sebagai lembaga yang mewadahi para pemangku pihaknya sangat peduli dengan pesehatan para pinandita, jangan sampai sakit dulu baru diperiksa dokter, sebaiknya dilakukan pencegahan dari awal, sehingga pola hidup dapat diatur dan dijaga. Inilah bagian dari gerakan edukatif kami sebagai lembaga yang mewadahi para pemangku ungkapnya.

Menurutnya setelah di Denpasar, pemeriksaan kesehatan para pemangku akan di lakukan di Jembrana tanggal 8 November, menyusul Tabanan, Gianyar dan kabupaten lainnya yang rencananya akan diikuti oleh sekitar 100 pemangku. Ini gerakan sosial edukatif memberi pemahaman kepada para pemangku agar menjaga kesehatan nya sehingga langkah preventif perlu dilakukan megingat tugas elayanan pemangku demikian padat dalam melayani umat. Jangan sampai terganggu karena kondisi kesehatan yang kurang baik.

Sadar Sehat Pos Bali